Sejarah peradaban Islam yang telah dicatat dalam sejarah dunia menunjukkan bahwa Islam telah mengalami masa kejayaan, periode di mana ia dapat mengubah kehidupan manusia yang terbelakang, dalam kehidupan yang penuh dengan sains dan perkembangan. Sumber : berdoa.co.id

Negara Islam Andalusia, Kekaisaran Ottoman dan Kerajaan Mughal di India, adalah contoh peradaban Islam yang, setelah menang, menyebarkan pengaruhnya pada berbagai aspek kehidupan.

Ajaran Islam yang mereka sebarkan tidak hanya membimbing hubungan antara manusia dan Tuhan, tetapi juga hubungan antara manusia dan manusia, manusia dan alam.

Islam itu Indah

Seperti firman Tuhan dalam Surat an-Nahl ayat 89.

Surat an-Nahl ayat 89 dalam bahasa Arab

ويوم نبعث في كل امة شهيدا عليهم من انفسهم وجئنا بك شهيدا على هؤلاء ونزلنا عليك الكتب تبيانا للولك

Sura an-Nahl ayat 89 dalam bahasa Latin

“Wa yauma nab’aṡu fī kulli ummatin syahīdan” alaihim min anfusihim wa jinā bika syahīdan "al hāulā`, wa nazzalnā” alaikal-kitāba tibyā lik likulli syai ‘

Terjemahan arti Sura an-Nahl ayat 89

“Dan (ingat) hari (ketika) kami mengangkat semua orang saksi tentang mereka dan kami membawa Anda (Muhammad) untuk bersaksi tentang mereka. Dan kami mengirimkan Anda Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan semuanya kepada Anda, sebagai membimbing, serta rahmat dan kabar baik bagi orang yang menyerah (Muslim).

Islam itu Indah

Selain itu, juga dapat dilihat di Surah Yunus sekitar 57, al-Baqarah sekitar 185, al-Maidah sekitar 6, al-Haji sekitar 78 dan ayat-ayat serupa lainnya.

Dalam Al-Qur’an, jelas dinyatakan bahwa etiket harus didukung – sungguh, ketika menyangkut Tuhan, manusia dan alam. Menyakiti bukanlah yang diinginkan Islam dan pasti akan menjadi marah.

Tuhan sendiri ditugaskan untuk manusia, untuk menjadi khalifah di bumi, untuk mensejahterakan bumi dan menyembah Allah, sebagaimana disebutkan dalam bab Huud ayat 61 dan bab Adz-Zariyat ayat 56.

Semua aspek kehidupan manusia, sebagaimana telah disebutkan, diatur. Dari bangun hingga tidur kembali. Mulai dari menjejakkan kaki di luar rumah, hingga kembali ke rumah. Selain melakukan praktik wajib, Anda juga bisa melakukan ibadah sunnah setiap hari.
Seimbangkan ibadah wajib dengan Sunnah

Berikut adalah tiga manfaat dari menyeimbangkan ibadah wajib dengan sunah, termasuk:

  1. Raih cinta Tuhan.

Ibnul Qayyim pernah berkata bahwa Allah akan mencintai para hamba-Nya jika mereka mengikuti Nabi, baik secara fisik maupun mental.

Bahkan, berita apa pun yang dibawanya, mematuhi perintah, menerima dakwah, memuliakan Nabi. karena kepatuhan, menaati hukum, tidak mencintai dan menaati makhluk lain karena cinta dan menaatinya,

  1. Dia akan merasa bersama Tuhan.

Setelah hamba mencapai cintanya, ia akan selalu mencapai kebersamaannya, karena semua yang dilakukan hanyalah mencari kesenangannya.

  1. Jawaban dijawab.

Ketika seorang hamba telah mendapatkan cinta dan solidaritasnya, Allah akan selalu memberikan taufik dan membimbing dan menjawab doanya.

Islam itu indah, ketika seorang hamba yang tulus melakukan semua perintahnya dan menjauh dari segala yang membuatnya marah, Islam akan mudah baginya, sama sekali tidak ada yang memberatkan. Contohnya adalah Ibnul Qayyim tentang gurunya, Ibn Taymiyyah, dalam buku Al Waabilush Shoyyib.

Ibn Taymiyyah tampaknya sangat menghargai Islam ketika dia disiksa dan diejek oleh musuh-musuhnya, karena mengajarkan agama ahlus sunnah wal jama’ah. Dengan iman dan kepatuhan, esensi dari menjalani kehidupan yang tenang dan bahagia akan terasa.

Kebijaksanaan mendapatkan ujian atau pencobaan sebenarnya akan memberikan kebaikan dan manfaat untuk meningkatkan tingkat iman dan sarana untuk mendekat kepada Tuhan. Selanjutnya, pencobaan akan menghapus dan menyucikan dosa-dosa hamba-Nya.

Dengan ungkapan Islam yang indah ini yang sering diucapkan oleh para pengkhotbah bersama dengan bukti keindahan dan cara mendapatkannya, masih banyak yang mengalami kesulitan melakukan ibadah wajib, ditambah ibadah sunah, seperti shalat malam, duha atau praktik lainnya. .

Jika Anda masih tidak bisa merasakan keindahan Islam, apa yang perlu diperbaiki bukanlah ibadah, atau jangan salahkan ibadah itu tidak seindah sebelumnya, melainkan yang perlu diperbaiki dan dilihat lagi, adalah hati dan iman. Mungkin ada kotoran yang terkumpul di sana.

Bandingkan perbedaan antara orang sehat yang makan makanan paling enak dan orang sakit yang menerima makanan lezat yang sama. Orang yang sakit tentunya tidak akan bisa makan orang yang sehat, atau mereka bahkan tidak akan kehabisan. Begini cara Anda melihatnya untuk mendapatkannya