Ada berbagai makanan dan minuman yang dipercaya dapat membantu meningkatkan produksi ASI. Sebut saja phytotherapy, salah satu minuman bergengsi yang sudah cukup terkenal sebagai fasilitator ASI. Tetapi sebelum meminumnya, penting untuk mengetahui dengan tepat seberapa efektif kerja dan keamanan obat herbal untuk meluncurkan ASI.

Mengapa jamu biasanya digunakan sebagai pemancar air susu ibu?

Obat herbal diklasifikasikan dalam obat tradisional yang diproses oleh tanaman untuk menghasilkan ramuan. Bentuk dosis phytotherapy tidak hanya satu, tetapi Anda dapat menemukannya dalam berbagai penawaran.

Mulai dari cairan phytotherapy yang bisa diminum langsung, diubah menjadi pil atau bubuk yang harus diproduksi terlebih dahulu. Ibu menyusui mungkin akrab dengan manfaat obat herbal, yang dikatakan untuk memfasilitasi menyusui.

Seiring dengan proses peracikan yang tidak begitu sulit, mudah ditemukan, harganya juga cukup murah. Pada kenyataannya ini tidak semuanya.

Diluncurkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), obat herbal telah digunakan selama beberapa generasi selama beberapa dekade atau bahkan ratusan tahun.

Ini karena manfaat campuran herbal yang dibuat dari campuran berbagai herbal telah menunjukkan keamanan dan manfaat untuk tujuan kesehatan tertentu. Juga atas dasar ini diyakini bahwa obat herbal membantu memfasilitasi menyusui pada ibu menyusui.

Alasan lain, karena jamu dikenal sebagai bahan tradisional dan alami. Ini jelas merupakan daya tarik utama bagi ibu menyusui.

Sebab, tidak semua obat bisa diminum saat menyusui. Inilah sebabnya mengapa obat herbal dianggap lebih aman daripada obat yang berisiko menyebabkan efek samping kesehatan. Baik ibu maupun anak.

Benarkah obat herbal untuk ASI dapat bekerja secara efektif?

makan bawang putih saat sedang menyusui
Hal berikutnya yang bisa menjadi pertanyaan Anda, apakah jamu efektif sebagai pemancar ASI atau tidak. Padahal, bahan yang biasa digunakan dalam persiapan jamu untuk menyusui adalah laktogog.

Laktogogue adalah ramuan yang dipercaya dapat membantu merangsang, meningkatkan dan mempertahankan jumlah ASI pada ibu menyusui. Benarkah?

Sebuah penelitian yang dilakukan di daerah Pekalongan, Jawa Tengah, meminta sekitar 89 responden ibu menyusui untuk minum ramuan obat secara teratur. Campuran herbal ini dibuat dari campuran daun katuk, curcuma, lavender dan asam yang dihancurkan dan kemudian airnya direbus.

Penelitian yang diterbitkan dalam CYCLE Journal pada tahun 2018, meneliti ibu menyusui yang secara teratur minum ramuan obat dari berbagai bahan alami. Termasuk kencur, kunyit, lempuyang, daun katuk, persimpangan, hingga kunyit.

Bentuk sediaan obat herbal yang diambil oleh ibu menyusui bervariasi. Mereka dapat diminum segera atau dikemas dalam bentuk pil.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disimpulkan bahwa kandungan bahan dalam jamu bermanfaat baik sebagai fasilitator ASI. Bahkan, jamu juga dianggap membantu menjaga daya tahan tubuh dan mempercepat proses pemulihan tubuh ibu setelah melahirkan.

Dengan mendukung hal yang sama, Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional Tawangmangu juga memeriksa obat-obatan herbal sebagai fasilitator ASI.

Hasilnya, ramuan daun katuk, daun kebangkitan dan daun pepaya, telah terbukti membantu meningkatkan jumlah ibu menyusui. Peningkatan produksi susu tercapai setelah ibu menyusui secara teratur minum bahan tradisional selama 28 hari.

Apa bahan alami yang biasa ditemukan dalam jamu ASI?

Seperti dijelaskan di atas, obat herbal menyusui diproses dari berbagai campuran tanaman dan bahan tradisional. Bukan sembarang bahan atau tanaman, karena pada kenyataannya semua komposisi ini diklasifikasikan dalam laktogogue.

Bahan dasar berikut yang biasanya digunakan dalam transformasi phytotherapy untuk memfasilitasi ASI:

Kunyit

manfaat kunyit untuk pencernaan kunyit putih, manfaat asam kunyit, manfaat obat herbal kunyit, masker kunyit, manfaat kunyit untuk wajah
Kunyit memiliki senyawa kimia yang disebut curcumin. Senyawa ini berperan dalam memberikan pigmen kuning yang khas pada kunyit.

Kunyit juga diperkaya dengan minyak atsiri yang dikenal bisa membantu meningkatkan produksi ASI. Di sisi lain, kandungan zat gizi yang beragam pada kunyit seperti karbohidrat, protein, vitamin C, kalium, dan fosfor, turut mencukupi kebutuhan nutrisi ibu menyusui.

Asam jawa

Bahan lain yang juga tak kalah sering dicampur bersama jamu pelancar ASI yaitu asam jawa. Ada beberapa zat gizi di dalam bahan alami yang satu ini.

Mulai dari protein, lemak, karbohidrat, kalsium, vitamin A, vitamin B1 dan vitamin C. Mengingat berbagai kandungan kimia yang ada di asam, memproduksi bahan-bahan tradisional ini sering digunakan dalam penyusunan ramuan obat untuk ibu menyusui.

adas

Adas adalah komponen yang biasanya digunakan sebagai bahan dalam produksi minyak telon. Meski begitu, tanaman ini juga sering digunakan untuk menghasilkan obat herbal untuk menyusui.

Ini karena adas mengandung flavonoid dan kumarin. Kedua senyawa ini termasuk dalam kelompok phytoestrogen yang dapat membantu merangsang produksi susu.

Lempuyang

Lempuyang adalah tanaman yang rimpangnya sering digunakan sebagai bahan dasar pengobatan. Sama seperti kunyit, lempuyang juga mengandung minyak esensial, seperti limun dan zerumbon.

Selain dapat digunakan dalam campuran phytotherapy yang memfasilitasi ASI, juga berguna untuk mengembalikan kondisi kesehatan tubuh ibu setelah melahirkan.

Baca juga :